Kodim 0713/Brebes Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat melalui Berbagai Program Teritorial
BREBES, RC-II – Kodim 0713/Brebes terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo dalam Podcast Teras Teritorial di Studio TVRI Jawa Tengah.
Rabu (19/08/2026), Dandim menjelaskan bahwa sejumlah program teritorial yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes meliputi pembangunan Jembatan Perintis Garuda, jembatan beton, program TNI AD Manunggal Air untuk kebutuhan air bersih dan pertanian, rehabilitasi sekolah, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pendampingan ketahanan pangan, penyaluran bantuan pangan, pendampingan pencegahan stunting, serta penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar masyarakat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, dan Desa Kadumanis, Kecamatan Salem.
Menurut Letkol Inf Ambariyantomo, pembangunan kedua jembatan tersebut dilatarbelakangi kondisi masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterisolasian akibat bentangan sungai. Sebelum jembatan dibangun, warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani, harus menyeberangi sungai secara langsung yang sangat berisiko, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.
“Guna memutus isolasi geografis, mengamankan keselamatan warga, dan mempercepat akses ekonomi petani, TNI bersama pemerintah membangun kedua jembatan ini,” jelasnya.
Jembatan Garuda di Desa Bangbayang memiliki bentang sekitar 60 hingga 70 meter dengan lebar jalur 1,2 meter. Sementara jembatan di Desa Kadumanis juga menggunakan tipe jembatan gantung perintis dengan lebar sekitar 1,2 meter yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Pembangunan dilaksanakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Peletakan batu pertama dimulai pada akhir Maret 2026, dilanjutkan pembangunan pondasi pada Mei, hingga akhirnya kedua jembatan selesai dan diresmikan secara serentak pada 23 Juli 2026 oleh Pangdam IV/Diponegoro.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata gotong royong lintas sektoral. Jajaran Kodim 0713/Brebes, Koramil 12/Bantarkawung, Babinsa, Zibang Kodam IV/Diponegoro, Polri, Pemerintah Kabupaten Brebes serta masyarakat setempat bersama-sama menyelesaikan pembangunan.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Warga turut membantu pekerjaan secara gotong royong, termasuk mengangkut adukan semen secara estafet untuk pengecoran pondasi jembatan.
Dampak pembangunan jembatan juga dirasakan langsung masyarakat. Di wilayah Bantarkawung, jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 15.500 jiwa atau 2.350 kepala keluarga di Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Sementara di Kecamatan Salem, jembatan menjadi penghubung bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.
Dengan adanya jembatan, akses pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman. Begitu pula aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar sekitar dua kilometer kini dapat dipangkas menjadi kurang dari 500 meter.
“Banyak tetua desa menyampaikan bahwa ini seperti impian puluhan tahun yang akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Dandim.
Selain Jembatan Perintis Garuda, Kodim 0713/Brebes juga mencatat sejumlah pembangunan jembatan lainnya. Tahap V meliputi Jembatan Gantung di Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, serta Jembatan Beton di Desa Purwadadi, Kecamatan Tonjong. Sedangkan Tahap VI meliputi Jembatan Beton di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, dan Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan.
Di bidang pemenuhan kebutuhan air, Kodim 0713/Brebes melaksanakan program TNI AD Manunggal Air Bersih di wilayah Desa Bantarkawung. Kodim juga melaksanakan pembangunan penampungan air melalui program TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan sektor pertanian. Ketersediaan air melalui pipanisasi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian. Lahan yang sebelumnya sulit ditanami pada musim kemarau dapat kembali dimanfaatkan sehingga petani berpotensi melakukan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Sementara dalam program perbaikan RTLH, sasaran pekerjaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah. Perbaikan antara lain meliputi atap atau genteng, dinding, serta lantai rumah.
Di bidang ketahanan pangan, Babinsa Kodim 0713/Brebes aktif melakukan pendampingan kepada petani mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PPL, aparat desa dan pihak Bulog.
Kodim 0713/Brebes juga memiliki Kompi Produksi di Desa Songgom dengan luas lahan sekitar 11,6 hektare. Selain itu, para Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan aparat desa turut membantu proses penyaluran bantuan pangan program WARDOYO (Wareg Sedoyo) kepada masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.
Dalam upaya mendukung penurunan angka stunting, Babinsa turut mendampingi kegiatan Puskesmas dan Posyandu. Babinsa membantu memantau perkembangan anak secara berkala serta mengimbau orang tua yang belum membawa anaknya ke Posyandu agar mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi juga diberikan kepada pasangan yang akan melaksanakan pernikahan.
Di bidang penghijauan dan pelestarian alam, Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes selama tahun 2026 telah melaksanakan penanaman sebanyak 10.000 batang pohon yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Penanaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan agar masyarakat ikut memelihara tanaman sehingga dapat tumbuh dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Sementara dalam upaya memerangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, setiap hari Jumat jajaran Koramil bersama stakeholder di wilayah masing-masing melaksanakan pembersihan fasilitas umum, lingkungan publik maupun sekolah sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Dandim menegaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Sebagaimana motto satuan Kodim 0713/Brebes adalah Setia, Disiplin, Disegani dan Dicintai Rakyat. Intinya, bersama rakyat, TNI kuat,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Melalui berbagai program tersebut, Kodim 0713/Brebes berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, sehingga keberadaan TNI benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Brebes.(Pen0713)
