SAROLANGUN, 26 Oktober 2026 – Di saat sebagian besar warga Kabupaten Sarolangun harus berjibaku menghirup udara pekat akibat kabut asap dan memutar otak demi menyambung hidup di tengah ketatnya efisiensi anggaran, sebuah pemandangan kontras justru tersaji. Rangkaian Turnamen Domino ORADO Piala Bupati Sarolangun 2026 resmi tuntas digelar, meninggalkan jejak tanya besar perihal empati dan skala prioritas para pengambil kebijakan di daerah ini.
Berdasarkan catatan redaksi, hajatan yang melibatkan permainan domino ini sempat menuai gelombang kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah warga menilai pelaksanaan turnamen tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran yang terang-terangan mencederai rasa keadilan sosial, di saat sektor kesehatan dan penanganan polusi udara mendesak untuk diselamatkan.
“Sangat ironis. Ketika rakyat kecil sesak napas karena kabut asap dan pemerintah koar-koar melakukan efisiensi anggaran, uang daerah malah dihambur-hamburkan untuk kegiatan yang tidak menyentuh hajat hidup orang banyak. Ini preseden buruk bagi kepemimpinan daerah,” kecam salah satu tokoh masyarakat Sarolangun yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan profesional.
Kritik tajam ini bukan tanpa alasan. Publik mempertanyakan urgensi dan transparansi anggaran yang dikucurkan untuk turnamen di tengah kondisi darurat lingkungan dan tekanan ekonomi. Alih-alih menghadirkan solusi nyata atas penderitaan warga, ajang ini dinilai sekadar menjadi panggung seremonial bagi para pejabat untuk mencari pencitraan di atas penderitaan rakyat.
Sementara itu, pihak penyelenggara dan unsur pemerintah daerah berdalih bahwa kegiatan tersebut merupakan wadah silaturahmi, hiburan positif, serta sarana penyemangat warga di tengah situasi sulit. Namun, alasan klasik tersebut dinilai publik sebagai bentuk pengaburan masalah substansial menjadikan hiburan rakyat sebagai tameng untuk menutupi kebijakan anggaran yang dinilai salah kaprah.
Dengan telah rampungnya turnamen ini, masyarakat mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum untuk mengaudit secara transparan penggunaan dana publik yang terserap dalam kegiatan tersebut. Publik tidak ingin transparansi anggaran di Sarolangun hanya sekadar angan-angan, sementara hak-hak dasar rakyat dikorbankan demi kesenangan segelintir pihak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di RADAR Cyber, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Redaksi
