BEKASI, RC 29 Oktober 2026 – Dua organisasi sektor logistik dan transportasi menggelar diskusi strategis di salah satu kafe ternama di kawasan Green Galaxy, Bekasi. Pertemuan ini membahas pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam tata kelola sistem logistik dan transportasi nasional, sekaligus menyoroti peran strategis sektor transportasi tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai pilar pemerataan dan persatuan bangsa.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik ITL Trisakti, Dr. Dr. Capt. Isa Amsyari, M.M.Tr., M.Mar., beserta Wakil Ketua Dr. Capt. Solikin, S.E., M.M.Tr., M.Mar. Turut hadir dalam diskusi tersebut Tokoh Nasional Merah Putih Bobi Irawan yang akrab disapa Bobi Hashim, serta aktivis Jhon Manalu.
Dalam pembahasannya, para pihak memfokuskan perhatian pada implementasi Sila ke-5 Pancasila (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) dan Sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia) ke dalam kebijakan operasional rantai pasok nasional.
Penerapan Sila ke-5 dinilai mendesak untuk diwujudkan dalam bentuk pemerataan arus barang dan efisiensi biaya logistik. Para pakar dan tokoh yang hadir berpandangan bahwa efisiensi rantai pasok nasional harus menyasar penurunan disparitas harga kebutuhan pokok, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Melalui optimalisasi program seperti Tol Laut dan penguatan konektivitas antarwilayah, kebijakan logistik diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan komersial semata, melainkan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Pancasila perlu dibumikan secara nyata ke dalam kebijakan operasional logistik dan transportasi. Dengan konektivitas yang merata dan berkeadilan, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkokoh persatuan bangsa, ujar Dr. Dr. Capt. Isa Amsyari di sela-sela diskusi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di RADAR Cyber, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, kaitannya dengan Sila ke-3, jaringan transportasi nasional diposisikan sebagai urat nadi utama yang menghubungkan ribuan pulau di Indonesia secara fisik. Kelancaran mobilitas manusia, jasa, dan komoditas dinilai sebagai kunci utama dalam mempererat integrasi ekonomi dan persatuan nasional.
Tokoh Nasional Merah Putih, Bobi Hashim, menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pembuatan kebijakan sektor transportasi. Pembangunan infrastruktur dan sistem logistik nasional tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga harus mencerminkan rasa keadilan dan jiwa nasionalisme yang kuat bagi seluruh rakyat Indonesia, tegas Bobi Hashim.
Di sisi lain, aktivis Jhon Manalu menggarisbawahi pentingnya pengawalan publik dan keterlibatan masyarakat sipil dalam memastikan kebijakan konektivitas benar-benar dirasakan manfaatnya di tingkat tapak. Kebijakan transportasi dan logistik harus berpihak pada rakyat kecil, khususnya warga di wilayah terpencil, agar mereka bisa menikmati harga kebutuhan pokok yang terjangkau dan akses mobilitas yang layak, ungkap Jhon Manalu.
Melalui sinergi ini, para pihak berharap hasil pembahasan dapat memberikan masukan konstruktif bagi pemangku kepentingan dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan logistik nasional yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berwawasan kebangsaan.
Publisher -Red
